Exposure: Alat Pembayaran Viral! Termasuk bisnis Aman?

January 11, 2020 12:09 pm Published by 1 Comment
Media Transaksi saat ini tidak hanya denga uang atau jasa, sekarang yang terjadi di era 4.0 dalam bisnis terdapat istilah exposure. Apa itu Exposure?

Media sosial belakangan ini berperan penting untuk menunjang penghasilan para pemilik usaha. Pemilik usaha menggunakan media sosial sebagai bentuk promosi seperti exposure agar usahanya lebih dikenal dan menarik minat masyarakat.

Advertising atau iklan itu sendiri biasa di lakukan dan didistribusikan ke sejumlah platfom, seperti Instagram, facebook, youtube dan platform lainnya. Namun dari sekian banyak platform, instagramlah yang merajai tangga platform. Instagram menjadi sasaran promosi dari Instagram marketing. Tidak hanya digunakan sebagai platform yang berfungsi untuk membagikan moment saja,

Bahkan sekarang digunakan sebagai platform dalam berbisnis Exposure dengan presentase:

  • ‘Diperkirakan 71% dari bisnis ada di Instagram pada tahun 2019.
  • Instagram Sekarang Memiliki Lebih dari 2 Juta Pengiklan Bulanan dan 25 Juta Profil Bisnis .
  • 200 juta + Instagrammer mengunjungi setidaknya satu profil bisnis setiap hari .
  • Ada 500.000 influencer aktif di Instagram.
  • 69% pebisnis AS berencana untuk menghabiskan sebagian besar anggaran influencer branda di Instagram.
  • Pendapatan Instagram diperkirakan akan mencapai $ 14 miliar dolar
  • 1/3 dari cerita yang paling banyak dilihat adalah dari bisnis.
  • 78% dari Influencer Memilih Instagram untuk Kolaborasi Brand.
  • Konten Buatan Pengguna Memiliki Tingkat Konversi 4,5% Lebih Tinggi.

Presentase yang tinggi dengan kenaikan yang signifikan tentu saja membuat Instagram dinobatkan oleh forbress sebagai platform terbaik. Selain melakukan promosi di instagram, pemilik usaha biasanya juga dapat menggunakan jasa Influencer untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Influencer adalah seseorang  yang memiliki pengaruh besar di pasar atau industri yang dapat mempengaruhi target audience. Influencer memiliki pengetahuan khusus, otoritas atau wawasan tentang subjek tertentu. 85% pebisnis terlibat dalam influencer marketing pada 2019 dan 92% mengatakan campaign sangat efektif

Influencer memiliki sejarah panjang dalam dunia marketing. Awalnya, perusahaan menggunakan objek advertising yang menarik seperti selebritis dan atlet untuk membantu menjual produk melalui iklan televisi dan radio. Munculnya media sosial telah membuat jenis influencer lain lebih popular dan sekarang influencer masuk ke dalam kategori berikut:

  • Selebriti: Artis, atlet, penyanyi
  • Pakar industri
  • Mikro-influencer: Individu dengan dampak di media sosial
  • Blogger dan pembuat konten

Dengan presentase pertumbuhan influencer Exposure :

  • 65% dari anggaran pebisnis untuk  influencer akan meningkat pada 2019. Hampir dua pertiga pebisnis akan meningkatkan pengeluaran branda untuk influencer marketingtahun ini.
  • Pada tahun 2019, hanya 39% pebisnis yang berencana untuk menumbuhkan anggaran influencer marketing yang menunjukkan bahwa investasi brand dalam influencer marketing akan meningkat secara dramatis tahun ini.
  • 7% dari perusahaan berencana untuk berinvestasi lebih dari satu juta dolar dalam influencer marketing pada tahun 2019. Ini menunjukkan bahwa influencer marketing dipengaruhi oleh berbagai perusahaan, dari organisasi yang lebih kecil hingga brand yang lebih besar.
  • 17% perusahaan menghabiskan lebih dari setengah anggaran pebisnisan branda untuk influencer. Persentase pebisnis yang kecil tapi tidak signifikan 17% dari branda berencana untuk menghabiskan lebih dari setengah dari seluruh anggaran pebisnisan branda untuk influencer marketing tahun ini.

Namun di 2020 menjadi suatu tren dan buah bibir di masyarakat yaitu trend Exposure. Menurut kamus Cambridge, exposure berarti perhatian yang diberikan untuk seseorang atau sesuatu, oleh media massa, seperti televisi, koran, majalah, dan lainnya. Tapi seiring berkembangnya teknologi, perhatian ini juga bisa diberikan lewat media sosial.

Influencer memanfaatkan sorotan yang didapatnya untuk memberikan exposure terhadap jasa atau barang yang diberikan. Dengan cara ini, pemilik brand membayar dan atau memberikan produknya secara cuma-cuma, supaya usahanya makin dikenal khayalak. Alias, influencer cukup unggah di media sosial untuk ‘membayar’ produk yang ia dapat.

Masalah kepantasan kerja sama dengan bayaran exposure antara influencer dan brand seperti belum juga selesai. Banyak influencer yang dikecam karena menerapkan sistem esposure. Exposure sejatinya adalah barter yang berupa konten iklan tersebut bukanlah suatu masalah dan justru sebuah bentuk bisnis yang fair karena mengingatkan kita pada sistem barter.

Banyaknya orang yang ingin menjadi seorang influencer, sehingga terkadang melahirkan influencer yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaanya. Menerima exposure tetapi tidak melakukan tugasnya dengan baik maka dari itu berikut adalah cara tips memilih influencer dan melakukan exposure agar tidak tertipu.

1. Reach

Ketika pebisnis mempertimbangkan influencer untuk campaign , salah satu hal pertama yang ingin branda ketahui adalah berapa banyak orang yang mencapai konten influencer. Jumlah pengikut, pelanggan, dan jumlah tampilan memberikan metrik sederhana untuk menilai popularitas dan sangat berdampak, tetapi patut dicatat bahwa ada beberapa influencer nakal yang memanfaatkan bot, sehingga reach tidak selalu bisa menjadi tolak ukur.

2. Engagement Exposure

Lebih mendalam dari pada metrik reach. Metrik engagement  memberikan wawasan tentang berapa banyak orang yang berinteraksi dengan konten influencer. Suka, komentar, dan share pada konten membantu pebisnis menentukan seberapa aktif audience dan bagaimana reaksinya terhadap berbagai jenis konten. Pebisnis mencari audience yang terlibat dan berinvestasi dalam konten dan komunitas di sekitarnya.

3. Brand Exposure

Influencer memberikan peluang bagi brand untuk berkomunikasi dengan audience melalui konten yang branda buat untuk mempromosikan brand Anda. Influencer yang lebih kecil (seperti mikro-influencer) memberikan kurang dalam cara mengangkat brand karena ketika branda menjangkau khalayak branda sendiri secara efektif, visibilitas dan jangkauan terbatas.

4. Platform

Influencer membuat dan memposting konten di sejumlah platform yang berbeda, dan setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik untuk menjangkau audience.

5. Reputasi

Seperti semua tokoh publik lainnya, influencer memiliki reputasi dan gambar yang branda proyeksikan kepada audience branda dan kepada dunia. Baik ahli, seorang chef, atau bergelut di industry kreatif, reputasi influencer dapat bekerja baik untuk brand Anda, asalkan branda positif dan selaras dengan cita-cita brand Anda.

6. Konten

Ada jutaa influencer yang berbeda, branda semua membuat pendekatan karya yang berbeda. Untuk tujuan bisnis atau membangun citra brand. Anda harus melihat pekerjaan influencer untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama seperti kualitas visual dan audio, substansi, nada, kategori, dan konsistensi. Pebisnis harus mencari influencer yang isinya berkualitas tinggi, konsisten, fokus, dan sejalan dengan tujuan bisnis Anda.

7. Penonton

Influencer Marketing paling efektif ketika berfokus pada tujuan tertentu, dan bagian dari mencapai tujuan tersebut adalah pemahaman menyeluruh tentang siapa target market yang Anda inginkan, sejatinya influencer adalah ahli dalam menggiring penggemar. Influencer membantu membuat pesan lebih efektif dan berkomunikasi mengenai produk, layanan, pengalaman dalam menggunakan produk Anda.

8. Harga dan Anggaran Exposure

Anggaran adalah kunci dalam campaign bisnis apa pun, tetapi dengan influencer marketing.Tidak ada tarif standar dalam industri Influencer Marketing karena tarif influencer tentu di tentukan oleh manajemen, tetapi pebisnis harus menggunakan memilah dan menyeleksi melalui metrik influencer, dan struktur campaign  untuk menentukan berapa banyak Anda bersedia membayar dan memilih influencer yang sesuai.

9. Potensi Untuk Bekerjasama di Masa Depan

Banyak campaign  mungkin memiliki brand yang bermitra dengan influencer untuk satu posting atau serangkaian posting, tetapi perlu dipertimbangkan apakah ada potensi untuk hubungan yang berkelanjutan dengan influencer. Banyak brand sudah melakukan ini dalam bentuk “Ambassador” influencer yang secara teratur mempromosikan brand dan produknya di media sosial atau dalam iklan brand.

Sekian tips dan trik agar Anda bisa menerapkan sistem exposure serta memilih influencer yang tepat untuk mempromosikan bisnis Anda, selamat mencoba!

Tags: , , , , , , , , , , ,

Categorised in: ,

This post was written by Cornelia Lyman

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.