Anti Rugi, Begini Cara Menghitung Keuntungan Penjualan

December 29, 2021 3:44 pm Published by Leave your thoughts

Hi teman AVANA! Kita sama-sama tahu bahwa memisahkan dana usaha dan pribadi wajib dilakukan agar lebih mudah mengatur keuangan bisnis, terutama dalam menghitung keuntungan penjualan.

Keuntungan penjualan bisa lebih terlihat jika uang kita tidak tercampur dengan dana atau tabungan pribadi yang tidak dipakai untuk usaha.

Setelah memisahkannya, baru deh kita bisa menghitung keutungan penjualan dari jumlah pendapatan yang kita terima.

Nah, gimana ya cara menghitung keuntungan penjualan atau laba bersih yang tepat dan mudah? Pengertian dari laba bersih sendiri ialah merupakan selisih dari adanya laba kotor, yang sudah dikurangi dengan seluruh biaya yang telah keluar, termasuk pula biaya operasional dan non operasional. Biaya operasional ini mencakup adanya biaya penyusutan, biaya administrasi, dan biaya pemasaran. Lalu untuk biaya non operasional sendiri mencakup adanya biaya pajak dan bunga.

 Simak tips dari AVANA berikut ini ya!

1. Ketahui Rumus Hitung Laba Kotor

Step pertama dalam cara menghitung laba bersih ini, Anda harus mencari laba kotor, yang merupakan selisih dari adanya hasil penjualan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat maupun menghasilkan produk, baik barang ataupun jasa. Bila dituliskan dengan rumus maka sebagai berikut:

Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

2. Hitung Angka dari Penjualan Bersih Terlebih Dahulu

Dalam perhitungan laba kotor, maka Anda perlu mencari angka dari penjualan bersih terlebih dahulu. Nah, gimana ya caranya? Yang pertama, kurangi pendapatan usaha Anda dengan semua biaya yang sudah keluar untuk transaksi penjualan. Contoh pada bagian ini adalah bila terdapat biaya atau ongkos kirim barang, program diskon, terdapatnya barang yang rusak, dan lain-lainnya.

Penjualan bersih ini sebenarnya tak selalu dalam bentuk kas, namun bisa juga berupa piutang yang disebabkan oleh adanya penjualan yang memang tidak memakai transaksi tunai. Jadi di sini penjualan kredit pun diakui pula sebagai suatu penjualan, ya. Bila dicatat sebagai rumus, maka seperti ini:

Penjualan bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan

3. Temukan Nilai Angka pada Harga Pokok Penjualan

Setelah beres menemukan angka penjualan bersih, cara menghitung laba selanjutnya adalah menentukan harga pokok penjualan supaya bisa ditemukannya laba kotor. Harga pokok penjualan ini pun bisa termasuk pada seluruh biaya pembelian barang dagang, yang juga termasuk pula adanya persediaan barang dagang yang telah dibeli pada periode sebelumnya, atau yang sudah lewat. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal – Pembelian Bersih – Persediaan Akhir

4. Masukkan Semua Angka Dalam Rumus dan Hitunglah Laba Bersih!

Setelah semua angka telah siap, maka masukkanlah nilai penjualan bersih maupun harga pokok penjualan, yang nantinya digunakan untuk mencari laba kotor terlebih dahulu. Setelah hasil perhitungan laba kotor keluar, maka kurangilah dengan adanya beban usaha (biaya operasional dan non operasional), untuk mendapatkan hasil akhir dari laba bersih. Berikut rumusnya:

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban usaha (Biaya Operasional + Non operasional)

5. Hasil Akhir Laba Bersih

Bila sudah selesai dan dikerjakan secara runtut, maka Anda boleh teliti lagi catatan pengeluaran supaya tak ada lagi yang tertinggal, termasuk pajak. Sebab laba bersih ini adalah penghasilan bersih yang akan Anda peroleh baik dari luar usaha pokok maupun usaha pokok itu sendiri selama satu periode.

Dengan memahami cara menghitung laba yang benar, maka hasil laba atau keuntungan dari usaha Anda akan dapat dihitung dengan benar

Nah, gimana teman AVANA, sampai sini sudah jelas belum cara menghitungnya? Mulai sekarang, yuk catat semua pendapatan dan pemasukkanmu secara rinci agar kamu bisa mengetahui keuntungan atau laba bersih penjualanmu!

Categorised in:

This post was written by Indira

Leave a Reply

Your email address will not be published.