Ini Formula Ilmiah Jitu untuk Bisnis Online Ala AVANA

Maret 20, 2020 10:59 pm Published by 1 Comment
Yuk Simak konsep Pemasaran 4P dalam Memulai Bisnis dalam kegiatan pemasaran yang dapat diterapkan  dalam memulai suatu bisnis.

Bisnis online kian menjamur. Dalam urusan jual beli misalnya, banyak pedagang yang mengalihkan aktivitasnya ke online tentu saja memerlukan Konsep Pemasaran yang tepat. Anda pasti udah sering dengar kan, banyak pebisnis online yang meraup untung menggiurkan tanpa perlu membuka lapak fisik.

Pasti gak sedikit dari Anda yang tertarik buat ikutan terjun bisnis online. Namun, Anda masih bertanya-tanya: “gimana ya cara memulai bisnis online dari nol?”

Nah, biar merasakan untung dari bisnis online, cara-cara memulainya perlu Anda perhatikan. Sebab cara-cara tersebut nantinya bakal pengaruhi bisnis online-mu ke depan, sukses atau malah berhenti di tengah jalan.

Pangsa pasar bisnis online di Indonesia memang menggiurkan. Data Hootsuite we are social pada Januari 2019 menunjukkan bahwa setidaknya ada 107 juta orang di Indonesia yang melakukan pembelian barang konsumsi melalui e-commerce dengan total nilai transaksi tahunan sebesar lebih dari US$9,5 miliar, atau setara dengan Rp133 triliun.

Melihat besarnya potensi pasar online, tidak sedikit pelaku bisnis konvensional (offline) yang tertarik untuk memasuki pasar online. Dalam perpindahan tersebut, banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga yang berakhir gagal.

Mendefinisikan tujuan pendirian usaha sebelum memulai bisnis merupakan salah satu kunci kesuksesan pebisnis. Dan tak dapat dipungkiri, setiap orang pasti ingin meraih untung dari bisnis yang akan dijalankan. Uang dalam nominalnya kerap jadi ukuran keberhasilan sebuah usaha. Berapa omsetnya sekarang? Atau, berapa laba per bulan? Sering jadi pertanyaan yang dilontarkan bagi sebuah usaha.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, apakah uang atau keuntungan merupakan satu­satunya tujuan Anda? Jika ya, sebaiknya berhati­hati dengan tujuan tersebut. Memfokuskan diri pada tujuan keuntungan tak ada salahnya. Namun jangan lalai, untuk tujuan tersebut sebaiknya definisikan beberapa tujuan kecil sebagai penjembatan agar dapat mencapai tujuan tersebut.

Konsep Pemasaran Sebagai Contoh

Sebagai contoh, usaha Anda bergerak di bidang makanan yang notabene berhubungan dengan pemuasan citarasa bagi para pelanggan. Sebaiknya tujuan pertama Anda adalah memberikan citarasa dan pelayanan yang baik bagi pelanggan. Dengan harapan, pelanggan yang puas akan kembali lagi bersama teman dan atau keluarga serta memberikan informasi tentang usaha Anda kepada orang lain.

Atau usaha Anda di bidang budidaya agribisnis? Anda sebaiknya memfokuskan diri untuk berusaha semaksimal mungkin agar dapat berproduksi dengan mutu dan kuantitas yang baik, sehingga dapat memenuhi pasokan. Dengan kualitas dan juga kuantitas produk yang baik akan mempermudah penjualan produk Anda.

Sebagai bukti keseriusan, pemula bisnis perlu mengawasi bisnis secara intensif pada masa awal bisnis dibuka. Selain juga memiliki ide kongkret untuk mempertahankan keuntungan perusahaan selama beberapa tahun mendatang. Rencana yang jelas dan disertai riset pasar yang memadai setidaknya dapat meminimalisir kegagalan dan kerugian finansial.

Usaha akan tumbuh jika Anda secara konstan melakukan penemuan­penemuan baru, memperbaiki, dan mengembangkan produk serta pelayanannya. Maka tak ada ruginya jika pebisnis aktif mengikuti seminar atau pelatihan untuk meningkatkan pendapatannya.

Pada intinya, apapun usaha yang dijalani, mulailah bekerja dengan sebaik­baiknya. Bersungguh­ sungguh agar pelanggan merasa puas dengan produk dan atau jasa yang dihasilkan. Jika tujuan ini tercapai, yakinlah bahwa pengisi pundi­pundi akan mengalir dengan sendirinya. Tapi sebaliknya, tujuan mencari keuntungan sebesar­besarnya tanpa diiringi tujuan pengiring tadi bisa menyebabkan tujuan utama Anda sia­ sia

Konsep Pemasaran 4P dalam Memulai Bisnis, Dalam kegiatan pemasaran, dikenal konsep 4P yang dapat diterapkan oleh seorang wirausaha dalam memulai suatu bisnis.

1. Product.

Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal. Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa sumber. Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung produk sejenis seperti yang ingin dijual, dan melakukan riset kecil­kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi wirausaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk macam mana yang diharapkan oleh target pasar.

2. Price

Menentukan harga produk tidak semudah  yang  dibayangkan.  Pertanyaan  utamanya adalah, Bilamanakah harga produk atau jasa dapat diterima oleh pasar? Cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan patokan hitungan biaya produk tersebut dari awal disiapkan hingga siap jual. Setiap produk memiliki berbagai  komponen  biayanya sendiri,  dari awal produksi hingga produk tersebut dipajang di rak­rak display penjualan. Menentukan harga berdasarkan biaya dilakukan dengan menambahkan presentase  margin  tertentu  ke  biaya produk, dan presentase tersebut dianggap sebagai keuntungan. Persentase didapatkan sesuai dengan rata­rata margin di pasaran. Menggunakan metode ini memiliki  kelemahan  sendiri. Produk akan mengalami krisis keunikan (uniqueness) dimana keunikan yang memiliki daya pembeda produk dari saingannya luput diperhitungkan. Keunikan justru mampu membantu produk agar memiliki harga premium di pasar.

3. Placement

Tidak kalah penting adalah mengenai dimana produk tersebut yang akan ditawarkan tersebut mudah ditemukan oleh target pasar yang dituju. Pada beberapa industri, misalnya ritel atau restoran, masalah penempatan berarti sangat penting. Ungkapan “Lokasi, Lokasi, Lokasi” sebaiknya sangat diperhatikan oleh wirausaha, karena bisa jadi pemilihan lokasi tempat usaha yang buruk dapat berakibat langsung kepada kegagalan dari usaha yang dijalankan.

4. Promotion

Aspek penting lainnya adalah mengenai promosi dari produk. Bagaimana suatu produk akan dikenalkan ke pasar agar pelanggan tergerak untuk membelinya. Salah satu cara berpromosi efektif adalah dengan beriklan. Bagi wirausaha yang baru memulai bisnis, iklan yang dilakukan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi­nya. Selamat Mencoba!

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Categorised in: ,

This post was written by AVANA Indonesia

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *