6 Cara untuk Memulai Bisnis Bagi Pemula

Maret 20, 2020 1:53 pm Published by Leave your thoughts
Berikut ini 6 langkah yang bisa memandu pebisnis Memulai Bisnis dan membuatnya sukses dengan membuat konsep sebuah bisnis yang baik sebelum memulainya

Tentunya untuk merintis sebuah usaha pasti bukan hal yang mudah dan bisa di anggap remeh. Apalagi bagi para pemula dan bahkan yang tidak memiliki modal usaha sama sekali. Karena kebanyakan presepsi yang beredar di masyarakat adalah tentang peranan utama dari modal atau perlunya banyak uang dalam memulai sebuah usaha. Walaupun tak sepenuhnya salah, namun sebenarnya jaringan atau networking adalah peranan penting dalam merintis sebuah usaha selain dari peranan modal atau uang. Hal terpenting dalam memulai sebuah usaha yang benar – benar dari nol adalah sebuah jaringan yang luas dan bagus.

Masalah ide dalam memulai sebuah usaha yang tak kunjung di wujudkan atau terlalu takut akan kegagalan adalah masalah lain yang kerap kali menghambat di mulainya sebuah usaha baru. Merintis sebuah usaha, apalagi yang dimulai dari nol bukanlah hal yang mudah memang. Banyak sekali hal – hal penting yang musti anda persiapkan agar tidak terjerumus kedalam faktor kegagalan wirausaha. Mulai dari strategi pemasaran dan juga menentukan usaha apa yang kiranya pantas untuk anda kembangkan kedepannya. Jika anda adalah salah satu yang ingin merintis sebuah usaha dari nol

Membangun Bisnis Itu Perlu Konsep

Anda ingin berbisnis? Jangan tunda keinginan, mulailah sekarang juga! Ajakan tersebut sering kita baca dan dengar untuk memotivasi seseorang agar bersemangat dan berkeinginan untuk memulai bisnis yang sesungguhnya. Ada benarnya, karena jika ditunda bisa­bisa keinginan tersebut kandas karena terlalu banyak pertimbangan. Hanya saja ajakan tersebut bukan berarti bahwa memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan persiapan.

Memulai bisnis yang baik membutuhkan sebuah konsep. Jika perlu konsep yang dibuat berbeda dalam artian lebih baik dibandingkan bisnis sejenis yang telah ada. Pertanyaan yang dapat membantu calon pebisnis membuat konsep adalah, seperti apa bisnis akan dijalankan?

Misalnya saja

Calon pebisnis ingin mencoba bisnis berdagang kecil­kecilan produk tas. Untuk ini konsep berdagang yang akan dijalankan terlebih dahulu disusun dengan baik. Bagaimana penjualan dilakukan sehingga menarik pasar? Kemudian, siapa target pasarnya?

Membuat konsep bisnis seperti ini memerlukan kejelian calon pebisnis dalam melihat persaingan di pasar. Tak perlu ide­ide yang rumit, tapi buatlah konsep dengan pendekatan­pendekatan yangsederhana, namun langsung menuju pada pemecahan masalah, sehingga produk atau jasa mudah diterima oleh pasar.

Kembali pada contoh di atas. Namanya bisnis kecil­kecilan,  ada  kalanya  calon  pebisnis  belum bisa atau belum berkeinginan menyewa/membeli kios atau toko sebagai etalase produk. Sementara menjual secara langsung kepada pelanggan, tentunya ada kelebihan yang harus ditawarkan. Jika  tidak  ada, bisa jadi pelanggan tidak berminat karena merasa lebih bebas memilih di toko dan harga mungkin tidak jauh berbeda. Nah untuk ini, konsep apa yang bisa digunakan? Misalnya  calon  pebisnis menawarkan pembayaran cicilan 2 kali untuk setiap produk yang akan dijual. Meski produk sejenis berharga sama dengan di toko, metode bayar dua kali ini bisa jadi salah satu penarik.

Daftar pertanyaan untuk bisnis terkait selanjutnya, darimana produk bisa didapatkan calon pebisnis sehingga memberikan hasil optimal? Untuk ini calon pebisnis tentu perlu mencari informasi tentang supplier produk yang cocok untuk konsep bisnis.

Dari penyusunan konsep sebuah bisnis, calon pebisnis selanjutnya bisa memperkirakan besaran marjin yang akan didapat. Selanjutnya kelihaian mengutak atik konsep sehingga memperoleh marjin dan pencapaian optimal yang diperkirakan akan memuaskan calon pebisnis.

Jika telah yakin ingin menjalankan sebuah bisnis, susun segera konsep sebagai panduan bisnis yang akan dijalankan. Yakinlah, dengan membuat konsep sebuah bisnis yang baik sebelum memulainya, Anda akan lebih yakin dan optimis dalam menjalankan mimpi Anda.

Berikut ini 6 langkah yang bisa memandu pebisnis Memulai Bisnis dan membuatnya sukses :

  1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
  2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar­ benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
  3. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
  4. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
  5. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, sewalah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, sewalah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
  6. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

Kesimpulan

Jadilah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang­orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan. Selamat Mencoba!

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Categorised in: ,

This post was written by AVANA Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *